Selasa, 03 Januari 2012

Kejurnas Pra-PON XVIII Karate di Batam Siapkan 11 Tiket Per Kelas - Tribunnews Batam




Tribun Batam - Jumat, 9 Desember 2011 17:12 WIBShare |
(Dudi Nur Hadi_ Jawa Barat)


TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Pembukaan Kejuaraan Nasional Karate Pra-Kualifikasi PON XVIII yang berlangsung di GOR Sport Hall, Kamis (8/12) pukul 8.30 WIB diikuti sebanyak 450 orang atlet dari 32 provinsi.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ketua Umum PB FORKI, Hendardji Soepandji, Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili Asisten III Provinsi Kepulauan Riau, Said Agil, Ketua Umum Pengprov. FORKI Kepulauan Riau, Hotman Hutapea, dan Ketua Harian KONI Kepulauan Riau, Nur Syafriadi.

Pembukaan perhelatan Pra PON ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 8 kali oleh Hendardji Soepandji, sekaligus pemberian cendera mata dari Hotman Hutapea kepada Hendardji Soepandji. Sedangkan untuk pertandingan dimulai pukul 10.55 WIB, dengan penampilan kata.

Di Pra-PON kali ini, dari sekitar 450 atlet akan dipilih 187 orang yang melaju ke PON XVIII. Masing-masing atlet akan berjuang memperebutkan 11 tiket per kelasnya, sedangkan total atlet yang berlaga di PON mendatang sebanyak 222 orang. Beberapa orang atlet di antaranya berasal dari atlet Pelatnas SEA Games yang menang kemarin mendapat fasilitas wild card.

"Ada 19 orang yang mendapat fasilitas wild card," ungkap Daroe Nugroho, Sekretaris Umum Pengprov. FORKI Kepulauan Riau, Kamis (8/12).

Dari keseluruhan atlet yang bertanding di Pra PON venue karate 8-10 Desember ini terdapat juga atlet Pelatnas SEA Games. "Banyak juga yang berasal dari atlet Pelatnas," kata Hotman Hutapea, Ketua Umum Pengprov. FORKI Kepulauan Riau.

Sementara itu, atlet Kepri yang diturunkan di Pra PON Karate sebanyak 17 orang. "Ada beberapa kelas yang tidak turun," ungkap Sensei Mohd. Hidjrat, ZE, pelatih kata beregu untuk Pra PON Karate Kepulauan Riau.

Beberapa atlet Kepri yang turun di Pra PON kali ini di antaranya, Rika Safitri, Wilda Gustina dan Desi Wulandari, peraih perak di kata beregu putri POMNas lalu, Larisman Sinambela, Abu Abdillah Fahmi, M. Chogun Miyagi, dan beberapa orang lainnya. Rika yang ditemui Tribun siang itu (8/12) mengatakan lawan tanding mereka cukup berat.

"Mereka rata-rata sudah senior, sedangkan pertandingan kata beregu kami yang pertama baru di POMNas kemarin, jadi masih bisa dibilang juniorlah," ungkap Rika. Namun demikian, Rika tetap optimis ia dan teman-temannya dapat bertanding dengan baik dan berhasil lolos PON tahun depan.

"Kalau untuk latihan kata sudah dari bulan Juli kemarin sebelum POMNas, tapi kalau untuk persiapan Pra PON ini baru 2 bulan kurang," ungkapnya. (wie)

Rabu, 23 November 2011

kehidupan duniawi adalah bayangan belaka dan kehidupan akhiratlah yang kekal dan abadi.serta hati-hatilah terhadap kehidupan duniawi.

AL QASHASH 28 : 60-61
kehidupan duniawi adalah bayangan belaka dan
kehidupan akhiratlah yang kekal dan abadi.


AT TAQHAABAN 64 :11 - 18
Hati - hatilah terhadap kehidupan duniawi.

AT TAQHAABAN 64 : 11
tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin allah,dan bareang siapa yang beriman kepada Allah,niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya,dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.

AT TAQHAABAN 64 : 12
dan taatlah kepada allah dan taatlah kepada Rasul,jika kamu perpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

AT TAQHAABAN 64 : 14
hai orang - orang yang berima,sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu
(kadang-kadang istri/anak dapat menjerumuskan suami/ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak di benarkan agama)
maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi Maha penyayang.

AT TAQHAABAN 64 : 15
sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu) di sisi allahlah pahala yang besar.

AT TAQHAABAN 64 : 16
maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta'atlah,dan nafkahkanlah nafkah yag baik untukdirimu
(nafkahkanlah nafkah yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat)
dan barang siapa yang di pelihara dari kekikirannya dirinya ,maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

semua perbuatan manusia di catat oleh malaikat dan akan mendapat balasan yang seimbang.

AL INFITHARR 82 : 10 _ 19
semua perbuatan manusia di catat oleh malaikat dan akan mendapat balasan yang seimbang.

AL MA'ARIJ 70 : 19
sesungguhnya manusia di ciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

AL MA'ARIJ 70 : 20
apa bila ia di timpah kesusahan ia berkeluh kesah.

AL MA'ARIJ 70 : 21
dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.

AL MA'ARIJ 70 : 22
kecuali orang - orang yang mengerjakan shalat.

AL MA'ARIJ 70 : 23
yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.

************************************************************************************

AMAT MERUGILAH ORANG - ORANG YANG TERPEDAYA OLEH DIRINYA SENDIRI
AL KAHFI 19 : 103 - 106

YAITU ORANG - ORANG YANG TELAH SIA-SIA PERBUATANYA DALAM KEHIDUPAN DUNIA INI,SEDANGKAN MEREKA MENYANGKA BAHWA MEREKA BERBUAT SEBAIK-BAIKNYA.
AL KAHFI 19 : 104

ayat - ayat alquran tentang keduniaan (dunia yang kita tempati saat ini) ,kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sendagurau belaka

ALI IMRON 3 : 196
Jangan sekali - kali kamu terpedaya oleh kegiatan - kegiatan orang - orang (yang ber gerak )di seluruh negri.

ALI IMRON 3 : 200
Wahai orang - orang yang beriman !
bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negri) dan bertaqwalah kepadaallah agar kamu beruntung.

AL AN'AM 6 : 116
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini,niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan allah,yang mereka ikuti hanya persaingan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.

AN NAHL 16 : 96
Apa yang ada di sisimu akan lenyam dan
apa yang ada di sisi allah adalah kekal.Dan
kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

AL AHZAB 33 : 42
dan bertasbihlah kepadaNya pada waktu pagi dan petang.

AL ISRA 17 : 7
jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri,dan
jika kamu berbuat jahat maka (kerugian kejahatan)itu untuk dirimu sendiri...

AL KAHF 18 : 73
...janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan
janganlah engkau membebani aku dengan esuatu kesulitan dalam urusanku.

AL AN'AM 6 : 32
DAN KEHIDUPAN DUNIA INI HANYALAH PERMAINAN DAN SENDA GURAU SEDANGKAN NEGRI AKHIRAT ITU,SUNGGUH LEBIH BAIK BAGI ORANG - ORANG YANG BERTAQWA,TIDAKKAH KAMU MENGERTI ?

AL AHZAB 33 : 35
sungguh ,
laki - laki dan perempuan muslim
laki - laki dan perempuan mukmin
laki - laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanNYa
laki - laki dan perempuan yang benar
laki - laki dan perempuan yang sabar
laki - laki dan perempuan yang khusu
laki - laki dan perempuan bersedekah
laki - laki dan perempuan berpuasa
laki - laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya
laki - laki dan perempuan yang banyak menyebu (nama) Allah
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

LUQMAN 31 : 22
dan barang siapa berserah diri kepada allah,sedang dia orang yang berbuat
kebaikan,maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada bukul )tali) yang kokoh.Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

LUQMAN 31 : 12
... bersyukurlah kepada Allah ! dan
barang siapa bersyukur Kepada allah,maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri,dan
barang siapa tidak bersyukur (kufur),maka sesungguhnya Allah maha kaya,maha terpuji.

LUQMAN 31 : 14
... bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu,Hanya aku kembalimu.

AL QASAS 28 : 84
barang siapa datang dengan (membawa) kebaikan,maka dia akan mendapat (pahala) yang
lebih baik dari pada kebaikan itu, dan
barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan,maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya di beri balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

AL QASAS 28 : 60
dan apa saja ( kekayaan , Jabatan , keturunan ) yang di berikan kepadamu,maka itu adalah Kesenangan hidup duniawi dan perhiasanya,sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal,tidakkah kamu mengerti ?

AN NAML 27 : 69
... berjalanlah kamu di bumi,lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang - orang yang berdosa.

AN NAML 27 : 70
dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka,dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.

AN NAML 27 : 50
dan mereka membuat tipu daya dan kami pun menyusun tipu daya sedang mereka tidak menyadari.

AL FURQAN 25 : 64
ketahuilah,sesungguhnya milik Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi.
Dia mengetahui keadaan kamu sekarang,dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka)di kembalikan kepadaNya,lalu di terangkanNya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.

AN NUR 24 :52
DAN BARANG SIAPA TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA,SERTA TAKUT KEPADA ALLAH DAN BER TAQWA KEPADAnYA,MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG TELAH MENDAPAT KEMENANGAN.

AN NUR 24 :21
wahai orang - orang yang beriman !
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
barang siapa mengikuti langkah- langkah setan,maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan munkar,kalau bukan karena karunia Allah dan Rahmatnya kepadamu...

AL ANBIYA 21 : 35
setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.dan
kamu akan di kembalikan hanya kepada kami.

AL KAHF 18 : 7
sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasanya baginya,untuk kami menguji mereka ,siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya.

AL KAHF 18 : 84
... tiap - tiap orang berbuat menurut kadaanya
(keadaan,disini ialah Tabiat,karakter dan pengaruh alam sekitarnya_ lingkungan) masing - masing.
Maka TuhanMu lebih mengetahui siapa yang lebih mengetahui jalannya.

Do'a setelah membaca Alquran


Ya allah,
Dengan alquran,karuniakanlah kasih sayangMu kepada Hamba.jadikan alquran sebagai iman,cahaya,hidayah dan sumber rahmat bagi hamba.

Ya allah,
ingatkan hamba bila ada ayat yang hamba lupa mengingatnya.Ajarkan pada hamba,ayat yang hamba bodoh memahaminya,karuniakan pada hamba kenikmatan membacanya.Sepanjang waktu baik tengah malam atau tengah hari,jadikan alquran bagi hamba sebagai hujjah,yaa Rabbal alamin.

Ya allah,
karuniakanlah kebaikan bagi hamba dalam beragama,yang merupakan kunci kehormatan bagi hamba.

*>>> karuniakan kebaikan kepada hamba di dunia,yang merupakan tempat hamba menjalani hidup.
*>>> karuniakan kebaikan akhirat bagi hamba ,yang merupakan tempat hamba kembali.

Jadikan Kehidupan hamba senantiasa lebih baik.
Jadikan Kematian sebagai kebebasan hamba dari segala keburukan.

Ya allah,
jadikan umur terbaik hamba di penghujungnya
jadikan amal terbaik hamba di penutupnya
jadikan hari_hari terbaik hamba saat bertemu denganMU.

Ya allah
Hamba memohon kepadaMU :

permintaan terbaik
doa terbaik
kesuksesan terbaik
ilmu terbaik
amal terbaik
pahala terbaik
kehidupan terbaik
kematian terbaik

kuatkanlah hamba,beratkanlah timbangan hamba tinggikan derajat hamba.Terima hamba shalatnya,Ampuni dosa - dosa Hamba dan memohon surga tertinggi.


Ya allah,
hamba memohon karunia yang wajib engkau berikan,Ampunan yang harus engkau karuniakan,Keselamatan dari segala dosa,ghamimah dari segala kebajikan dan kemenangan mendapat surga serta keselamatan dari api neraka.

Ya allah,
karuniakan kebaikan bagi hamba dalam segala urusan ,berikan pahala kepada kami dari segenap luka dunia dan siksa akhirat.

Ya allah,
anugrahkanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadaMu dan
anugrahkanlah ketaatan kepadaMu yang akan menyampaikan kami ke surgaMU.
anugrahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah di dunia ini.

Ya allah,
anugrahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran,penglihatan dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup dan
jadikanlah balasan kami atas orang - orang yang menganiaya kami dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami.
janganlah engkau jadikan musibah kami ada di dalam urusan agama kami.
janganlah engkau jadikan dunia ini adalah cita - cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami.
janganlah engkau jadikan berkuasa atas kami,orang - orang yang tidak mengkasihi kami.

Ya allah,
jangan pernah engkau tinggalkan dosa melainkan engkau ampuni
tidak ada kegalauan kecuali engkau berikan jalan keluar,
tidak ada utang kecuali engkau penuhi dan
tidak ada satu kebutuhan dunia dan akhirat kecuali engkau penuhi,Wahai Tuhan Semesta Alam

Ya allah,
ya rabb kami brtikan kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat serta jagalah kami dari api neraka.
semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah curah kepada nabi muhammad,keluarga serta para sahabat terpilin.

makna hidup dalam pandangan islam

Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur'an (1-20)

Golongan Mukmin (1-5)
Golongan Kafir (6-7)
Golongan Munafik (8-20)

Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39)

Perintah menyembah Allah SWT. Yang Maha Esa (21-22)
Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur'an (23-24)
Ganjaran bagi orang-orang yang beriman (25)
Perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur'an dan hikmah-hikmahnya (26-27)
Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29)
Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)

Peringatan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-141)

Beberapa perintah dan larangan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-48)
Perincian nikmat Allah SWT. kepada Bani Israil (49-60)
Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani Israil (61)
Pahala orang yang beriman (62)
Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66)
Kisah penyembelihan Sapi Betina (67-74)
Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82)
Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah SWT. (83-86)
Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. (87-91)
Penyembelihan anak sapi yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka kepada benda (92-96)
Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT. yang mengutusnya (97-101)
Tuduhan Orang Yahudi terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103)
Ketidaksopanan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW. dan sahabat-sahabatnya (104-105)
Menasakhkan suatu ayat adalah urusan Allah SWT. (106-113)
Tindakan-tindakan menghalangi ibadah (114-118)
Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123)
Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129)
Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141)

Ka'bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214)

Sekitar pemindahan Ka'bah (142-152)
Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran (153-157)
Manasik Haji (158)
Laknat terhadap orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT. dan orang-orang kafir (159-162)
Allah SWT. Yang Berkuasa dan Yang Menentukan (163-170)
Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176)
Pokok-pokok kebajikan (117)
Kisas dan hikmahnya (178-179)
Wasiat (180-182)
Puasa (183-188)
Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195)
Haji (196-203)
Perbuatan orang-orang munafik (204-210)
Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)

Beberapa Hukum Syariat (215-252)

Orang-orang yang diberi nafkah (215)
Hukum perang dalam Islam (216-218)
Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim (219-220)
Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237)
Kewajiban mengerjakan salat biarpun dalam keadaan takut (238-239)
Wasiat untuk Istri dan Mutah (240-242)
Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. (243-252)

Tentang rasul-rasul dan kekuasaan Allah SWT. (253-260)

Keistimewaan dan perbedaan derajat rasul-rasul (253)
Anjuran membelanjakan harta (254)
Ayat Kursi (255)
Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)
Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati (258-260)

Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)

Menafkahkan harta di jalan Allah SWT. (261-274)
Hukum Riba (275-281)
Kesaksian dalam Muamalah (282-283)
Pujian Allah SWT. terhadap para mukmin dan do'a mereka (284-286)

Ringkasan isi

Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.
Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan salat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim, larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiat kepada dua orang ibu-bapa dan kaum kerabat; hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merusak mesjid; hukum mengubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, 'iddah (masa menunggu bagi perempuan yang baru ditinggal suaminya karena meninggal atau cerai), thalak (perceraian), khulu', ilaa' dan hukum susuan; hukum melamar, mahar (mas kawin), larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.
Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil.
Dan lain-lain:
Sifat-sifat orang yang bertakwa; sifat orang-orang munafik; sifat-sifat Allah; perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati.


Mu'min (bahasa Arab: مؤمن) adalah istilah Islam dalam bahasa Arab yang sering disebut dalam Al-Qur'an, berarti "orang beriman", dan merupakan seorang Muslim yang dapat memenuhi seluruh kehendak Allah, dan memiliki iman kuat dalam hatinya. Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa mu'min tidak serta-merta berarti "orang beriman" namun orang yang menyerahkan dirinya agar diatur dengan Din Islam. Selain itu, mu'min juga dapat dikatakan orang yang memberikan keamanan atas Muslim.

Dalam Al-Qur'an dijelaskan:
“ Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Surah Al-Hujurat [49]:14) ”

Ayat ini memnjelaskan perbedaan antara seorang Muslim dan orang beriman.

Juga:
“ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (Surah An-Nisa' [4]:136) ”

Ayat ini mengacu pada orang yang beriman, yang diperintah untuk tetap beriman, dan menjelaskan banyaknya syarat-syarat beriman.

HIDUP ini sebuah misteri dan penuh rahasia! Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup. Pada umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja (Q.S 30: 6-7). Tidak ada seorang pun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, (Q.S 31: 34) dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati, sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati (Q.S An-Naml: 67). Adapun mengenai kepercayaan adanya kehidupan setelah mati pandangannya sangat beragam tergantung pada agama dan kepercayaan yang dipeluk dan diyakini.

Islam menjelaskan makna hidup yang hakiki melalui perbandingan dua ayat yang sangat kontras, seperti dicontohkan di dalam Alquran. Seorang yang telah mati menurut mata lahir kita, bahkan telah terkubur ribuan tahun, jasadnya telah habis dimakan cacing dan belatung lalu kembali menjadi tanah, namanya sudah hampir dilupakan orang. Tetapi yang mengherankan, Allah SWT memandangnya masih hidup dan mendapat rezeki di sisi-Nya serta melarang kepada kita menyebut mati kepada orang tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam (Q.S 3: 169). "Janganlah kalian menyangka orang-orang yang gugur di jalan Allah itu telah mati, bahkan mereka itu hidup dan mendapat rezeki di sisi Allah." Sebaliknya ada orang yang masih hidup menurut mata lahir kita, masih segar-bugar, masih bernapas, jantungnya masih berdetak, darahnya masih mengalir, matanya masih berkedip, tetapi justru Allah menganggapnya tidak ada dan telah mati, seperti disebutkan dalam firmannya "Tidak sama orang yang hidup dengan orang yang sudah mati. Sesungguhnya Allah SWT mendengar orang yang dikehendaki-Nya, sedangkan kamu tidak bisa menjadikan orang-orang yang di dalam kubur bisa mendengar," (QS Al-Fathir 22). Maksud ayat ini menjelaskan Nabi Muhammad tidak bisa memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya.

Dua ayat ini memberikan perbandingan yang terbalik, di satu sisi orang yang telah mati dianggap masih hidup, dan di sisi lain orang yang masih hidup dianggap telah mati. Lalu apa hakikat makna hidup menurut Islam?

Seorang filusuf Yunani Descartes pernah mendefinisikan, manusia ada dan dinyatakan hidup di dunia bila ia melakukan aktivitas berpikir. Kemudian Karl Marx menyatakan, manusia ada dan dinyatakan hidup jika manusia mampu berusaha untuk mengendalikan alam dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sedangkan Islam menjelaskan manusia ada dan dianggap hidup jika ia telah melakukan aktivitas "jihad" seperti yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Q.S. Ali Imron: 169 di atas. Tentu saja jihad dalam pengertian yang sangat luas. Jihad dalam pengertian bukan hanya sebatas mengangkat senjata dalam peperangan saja, tetapi jihad dalam konteks berusaha mengisi hidup dengan karya dan kerja nyata. Jihad dalam arti berusaha memaksimalkan potensi diri agar hidup ini berarti dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Misalnya, seseorang yang berusaha mencari dan menemukan energi alternatif ketika orang sedang kesulitan BBM itu juga sudah dipandang jihad karena ia telah mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Seseorang yang keluar dari sifat malas, kemudian bekerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, itu juga termasuk jihad karena ia telah mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri, dan bukankah ini jihad yang paling besar karena Rasulullah sendiri menyatakan bahwa jihad yang paling akbar adalah melawan hawa nafsu sendiri.

Hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadis). Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam.

Dengan demikian, seorang muslim dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup sehingga eksistensinya bermakna dan bermanfaat di hadapan Allah SWT, yang pada akhirnya mencapai derajat Al-hayat Al-thoyyibah (hidup yang diliputi kebaikan). Untuk mencapai derajat tersebut maka setiap muslim diwajibkan beribadah, bekerja, berkarya berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Sebab esensi hidup itu sendiri adalah bergerak (Al-Hayat) kehendak untuk mencipta (Al-Khoolik), dorongan untuk memberi yang terbaik (Al-Wahhaab) serta semangat untuk menjawab tantangan zaman (Al-Waajid).

Makna hidup yang dijabarkan Islam jauh lebih luas dan mendalam dari pada pengertian hidup yang dibeberkan Descartes dan Marx. Makna hidup dalam Islam bukan sekadar berpikir tentang realita, bukan sekadar berjuang untuk mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu memberikan pencerahan dan keyakinan bahwa. Hidup ini bukan sekali, tetapi hidup yang berkelanjutan, hidup yang melampaui batas usia manusia di bumi, hidup yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan sang Kholik. Setiap orang beriman harus meyakini bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan lain yang lebih baik, abadi dan lebih indah yaitu alam akhirat (Q.S. Adl-dluha: 4).

Setiap muslim yang aktif melakukan kerja nyata (amal saleh), Allah menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik seperti dalam firmannya "Barang siapa yang melakukan amal saleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ia dengan al-hayat al-thoyibah (hidup yang berkualitas tinggi)." (Q.S. 16: 97). Ayat tersebut dengan jelas sekali menyatakan hubungan amal saleh dengan kualitas hidup seseorang.

Aktualisasi diri!

Salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah pengakuan dari komunitas manusia yang disebut masyarakat. Betapa menderitanya seseorang, sekalipun umpamanya ia seorang kaya raya, berkedudukan, mempunyai jabatan, namun masyarakat di sekitarnya tidak mengakui keberadaannya bahkan menganggapnya tidak ada, antara ada dan tiada dirinya tidak berpengaruh bagi masyarakat. Dan hal ini adalah sebuah fenomena yang terjadi pada masyarakat muslim. Terlebih rugi lagi jika keberadaan kita tidak diakui oleh Allah SWT, berarti alamat sebuah kemalangan yang akan menimpa. Ketika usia kita tidak menambah kebaikan terhadap amal-amal, ketika setiap amal perbuatan tidak menambah dekatnya diri dengan Sang Pencipta, berarti hidup kita sia-sia belaka. Allah menganggap kita sudah mati sekalipun kita masih hidup.

Oleh karena itu, seorang muslim "diwajibkan" untuk mengaktualisasikan dirinya dalam segenap karya nyata (amal saleh) dalam kehidupan. "Sekali berarti, kemudian mati" begitulah sebaris puisi yang diungkapkan penyair terkenal Chairil Anwar. Walaupun ia meninggal dalam keadaan masih muda dan telah lama dikubur di pemakaman Karet Jakarta, tetapi nama dan karya-karyanya masih hidup sampai sekarang. Kalau Chairil Anwar telah "berjihad" selama hidupnya di bidang sastra. Bagaimana dengan kita? Mari berjihad dengan amal saleh di bidang-bidang yang lain. Agar kita dipandang hidup oleh Allah SWT. Amin.


Al Qur’an yang menjadi dasar ajaran hidup dalam Islam, memberikan alasan dan keterangan secukupnya mengenai sebab, arti dan tujuan hidup manusia.

A. Sebab adanya hidup
Semesta raya ini dulunya dari kekosongan total, tidak satupun yang ada kecuali Allah yang ESA yang senantiasa dalam keadaan ghaib. DIA mempunyai maksud agar berlaku penyembahan terhadapNYA yang tentu harus dilaksanakan oleh makhluk yang memiliki logika Maka perlulah diciptakan jin dan manusia yang akan menjalani ujian dimana dapat ditentukan berlakunya pengabdian dimaksud. Kedua macam makhluk ini membutuhkan tempat hidup dimana segala kebutuhan dalam pengujian tersedia secara alamiah atau ilmiah, maka diciptakanlah benda angkasa berbagai bentuk, masa dan fungsi. Semuanya terlaksana secara logis menurut rencana tepat, dan tiba masanya dimulai penciptaan Jin dan Manusia, masing-masing berbeda di segi abstrak dan konkrit.

Allah itu Pencipta tiap sesuatu dan DIA menjaga tiap sesuatu itu. (QS 39/62)

DIA pelaksana bagi apa yang DIA inginkan. (QS 85/16)

Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia itu kecuali untuk menyembah AKU (di akhirat utamanya). QS 51/96.

B. Arti Hidup KINI
Al Qur’an memberikan ajaran tentang arti hidup bahwa hendaklah menghubungkan dirinya secara langsung kepada Allah dengan cara melaksanakan hukum-hukum tertulis dalam al quran, dan menghubungkan dirinya pada masyarakat sesamanya dalam melaksanakan tugas amar makhruf nahi munkar.

DIAlah yang menciptakan kematian dan kehidupan agar DIA menguji kamu yang mana diantara kamu yang lebih baik perbuatannya, dan DIA Mulia dan Pengampun. (QS 67/2)

Bahwa Kami menunjukkan garis hukum padanya (manusia itu), terserah padanya untuk bersyukur atau kafir. (QS 76/3)

C. Tujuan hidup
Al Qur’an menjelaskan bahwa kehidupan kini bukanlah akan berlalu tanpa akibat tetapi berlangsung dengan catatan atas semua gerak zahir dan batin yang menentukan nilai setiap indivisu untuk kehidupan konkrit nantinya di alam akhirat, dimana kehidupan terpisah antara yang beriman dan yang kafir untuk selamanya.

Dan berlombalah kepada keampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya sama dengan luas planet-planet dan Bumi ini, dijanjikan untuk para muttaqien. (QS 3/133)

Sungguh kami ciptakan manusia itu pada perwujudan yang lebih baik. Kemudian kami tempatkan dia kepada kerendahan yang lebih rendah. Kecuali orang-orang beriman dan beramal shaleh, maka untuk mereka upah yang terhingga. QS 95/4-6)

Dengan keterangan singkat ini, jelaslah bahwa Al Qur’an bukan saja menjelaskan kenapa adanya hidup kini, tetapi juga memberikan arti hidup serta tujuannya yang harus dicapai oleh setiap diri.

Keterangan Al Qur’an seperti demikian dapat diterima akal sehat dan memang hanyalah kitab suci itulah yang mungkin memberikan penjelasan demikian.

siksa alam kubur